Pada 24 Juni 2025, Ryse & Shyne menyelenggarakan "Membingkai Ulang Suara Batin: Sebuah Percakapan tentang Pemikiran Negatif tentang Diri Sendiri" di Manzo Jakarta. Sebagai bagian dari seri "Soft Power" merek tersebut, dialog komunitas langsung ini menawarkan ruang aman bagi perempuan untuk mengeksplorasi dan menantang narasi internal yang keras yang dihadapi banyak dari kita. Malam itu didedikasikan untuk menumbuhkan kesadaran diri, koneksi, dan kekuatan lembut yang dibutuhkan untuk menyembuhkan diri dari kritik diri.
Percakapan tentang Bicara Negatif pada Diri Sendiri
Acara tersebut menampilkan diskusi mendalam yang dipimpin oleh pendiri Ryse & Shyne, Felicia Kawilarang, dan dimoderatori oleh Sharon Sitania, dengan wawasan ahli dari seorang psikiater yang berspesialisasi dalam kesehatan mental wanita. Percakapan tersebut menggali akar dari pembicaraan negatif terhadap diri sendiri, mengidentifikasinya bukan sebagai kekurangan pribadi, tetapi sebagai pola yang dipelajari yang sering kali berasal dari tekanan sosial dan kritik internal.
Para pembicara menyoroti bagaimana kritik diri kronis dapat memengaruhi kesehatan mental, hubungan, dan pengambilan keputusan, yang menyebabkan kecemasan dan keraguan diri. Hal ini sering muncul dalam cara-cara yang halus, seperti terlalu sering meminta maaf atau terus-menerus mencari validasi eksternal. Pesan intinya adalah pemberdayaan: kritikus batin ini tidak mengatakan kebenaran, dan suaranya dapat diubah sudut pandangnya.
Menganggap Kelembutan sebagai Kekuatan

Tema utama malam itu adalah gagasan bahwa kerentanan dan kelembutan adalah bentuk kekuatan. Diskusi tersebut mendorong para peserta untuk memimpin dengan empati dan welas asih terhadap diri sendiri, menciptakan ruang emosional yang lebih aman bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Langkah pertama, menurut mereka, adalah kesadaran sederhana—belajar mengenali dan menyebutkan kritik batin tanpa menghakimi.
Berbagai alat praktis ditawarkan untuk membantu peserta memulai proses ini, seperti pembingkaian ulang kognitif untuk mengganti pikiran-pikiran negatif dengan pikiran-pikiran yang lebih baik dan lebih akurat. Percakapan tersebut menekankan bahwa penyembuhan dimulai dengan memberi diri sendiri izin untuk bersikap lembut dan memulai kembali, berapa pun banyaknya waktu yang dibutuhkan.
Memperkuat Wawasan Melalui Refleksi
Setelah sesi diskusi, para peserta mengikuti sesi menulis jurnal terbimbing. Aktivitas ini menyediakan ruang yang tenang dan reflektif untuk mengintegrasikan wawasan malam itu ke dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mendorong refleksi mendalam, seperti, "Apa yang akan saya katakan pada diri sendiri jika saya berbicara dengan penuh kasih?" dan "Kisah tentang diri saya apa yang siap saya lepaskan?"
Acara ditutup dengan pesan yang memberdayakan dari Felicia, yang mengingatkan semua orang bahwa Anda tidak perlu menjadi orang lain untuk bangkit; Anda hanya perlu kembali kepada diri Anda yang otentik. "Membingkai Ulang Suara Batin" lebih dari sekadar diskusi—itu adalah undangan untuk memulai perjalanan welas asih terhadap diri sendiri dan merangkul kekuatan lembut yang ada di dalam diri.