Anugerah untuk Memulai Kembali

The Grace To Begin Again

Ada versi diri saya yang percaya bahwa kekuatan berarti tidak pernah berhenti, bahwa kerja keras adalah ukuran cinta dan harga diri, dan bahwa setiap tujuan harus dicapai tanpa istirahat. Selama bertahun-tahun, saya mengenakan ini sebagai perisai, mencurahkan diri saya ke setiap malam larut dan keputusan sulit, yakin bahwa tekad yang kuat akan menjadi kunci untuk membangun bisnis yang langgeng. Saya mengukur kemajuan dalam kemenangan kecil dan minggu-minggu tanpa tidur, mengesampingkan keraguan saya demi produktivitas. Ada saat-saat ketika beban tanggung jawab terasa seperti teman yang selalu hadir ketika merekrut, memberhentikan orang, atau meluncurkan sesuatu yang baru datang dengan rasa takut yang lebih besar daripada yang saya akui. Perfeksionisme menjadi perisai sekaligus pengawas saya, mendorong saya untuk melangkah lebih jauh, bekerja lebih keras, dan mengabaikan tanda-tanda kelemahan, percaya bahwa bersantai bahkan untuk sesaat dapat menghancurkan semua yang telah saya perjuangkan.

Namun, baju zirah hanya bisa melindungi sampai batas tertentu sebelum akhirnya memberatkanmu. Aku menyimpan penyesalan atas keputusan masa lalu, rasa sakit karena mencoba menjadi segalanya bagi semua orang, dan kelelahan yang merayap masuk ketika kau percaya bahwa istirahat adalah sesuatu yang harus diperoleh daripada sesuatu yang pantas kau dapatkan.

Burnout tidak datang sekaligus. Itu datang perlahan, meredupkan semangat saya dan meninggalkan saya sendirian dengan kesadaran bahwa orang yang paling perlu saya maafkan adalah diri saya sendiri. Kepemimpinan telah mengajari saya untuk menjadi tangguh, tetapi pertumbuhan sejati dimulai ketika saya membiarkan diri saya menjadi manusia, ketika saya melepaskan kesempurnaan dan mulai memberikan diri saya sendiri kasih sayang yang sama seperti yang saya berikan kepada orang lain.

Pengampunan diri bukanlah momen tunggal. Ini adalah praktik yang dipilih, hari demi hari, untuk mempercayai intuisi saya sendiri, untuk menghargai kebutuhan saya akan istirahat, dan untuk mengingatkan diri sendiri bahwa nilai diri saya tidak terikat pada upaya tanpa henti. Bisnis saya tidak berkembang meskipun saya manusiawi, tetapi justru karena kemanusiaan saya.

Bagi siapa pun yang sedang membangun sesuatu yang bermakna, terutama perempuan yang memikul begitu banyak harapan, saya ingin mengingatkan hal ini: kelembutan terhadap diri sendiri bukanlah jalan pintas dari ambisi, melainkan fondasi tempat ambisi itu berdiri. Kekuatan yang kita cari bukanlah terletak pada usaha yang tak kenal lelah, melainkan pada keberanian yang tenang untuk membangun kembali kepercayaan pada diri sendiri, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.

Tag:
Posting Lama Kembali ke DEAR RISERS Postingan Terbaru